Pantura-Jalur Selatan Macet

PDF Print
Wednesday, 08 September 2010
ImageGERBANG TOL PADAT Ribuan kendaraan memadati gerbang tol Cikopo, Cikampek, Jawa Barat, pada puncak arus mudik Lebaran 2010 kemarin. Kemacetan parah terjadi sejak pukul 22.00 WIB tadi malam. Arus lalu lintas dialihkan ke gerbang tol Sadang, Purwakarta.


PURWAKARTA(SINDO) – Kemacetan terjadi di berbagai titik jalur mudik baik di jalur pantai utara Jawa (pantura) maupun jalur selatan Jawa Barat pada H-3 Lebaran 2010 kemarin.

Tadi malam kemacetan panjang terjadi di ruas tol Jakarta–Cikampek. Hingga pukul 22.00 WIB,kendaraan merayap sejak kilometer 13 di Bekasi Barat hingga gerbang tol Cikopo. Bahkan pada pukul 23.00 antrean panjang dari Cikampek hingga sesudah gerbang tol Jatibening. Antrean panjang memaksa petugas mengalihkan arus kendaraan dari gerbang tol Cikopo ke jalur Sadang untuk menghindari kemacetan di jalur pantura. Para petugas di gerbang tol Cikopo seringsering menyampaikan imbauan karena banyak pengguna jalan menolak dialihkan.

Mereka tetap memaksa melewati jalur pantura. Di persimpangan Sadang antrean panjang kembali terjadi, diperparah dengan kegiatan pusat perbelanjaan STS Sadang. Untuk menghindari penumpukan di persimpangan Sadang, arus lalu lintas dari arah Subang tujuan Jakarta dialihkan ke jalur alternatif poros Cimaung- Cikopak seterusnya ke gerbang tol Dawuan, Cikampek. Di jalur pantura, dari Cikampek hingga Pamanukan, pada waktu yang sama dipadati mobil pribadi dari arah Jakarta yang datang dari gerbang tol Cikopo. Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Subang AKP Agun Guntara menyebutkan, peningkatan arus lalu lintas di jalur pantura terjadi sejak pukul 16.00.Volume kendaraan rata-rata 50 unit per menit.

“Kita prediksi volume kendaraan di jalur pantura akan meningkat pada H-3 malam,” katanya. Bahkan pada siang harinya kemacetan tampak di jalur pantura Cirebon, tepatnya di Pasar Tegalgubug. Antrean kendaraan sepanjang lebih dari 3 km terjadi akibat tingginya aktivitas orang di Pasar Tegalgubug—kemarin merupakan hari pasaran bagi pasar sandang ini. Kemacetan juga terjadi di Pasar Pasalaran Plered dan Pasar Kue di Setu Wetan.Kemacetan di kedua pasar yang lokasinya berdekatan ini disebabkan aktivitas pasar seperti bongkar muat dan lalu lalang para pembeli.Kemacetan di kedua pasar ini mencapai 2 km. Jumlah kendaraan yang melintasi pantura pada H-3 kemarin meningkat dua kali lipat dari sehari sebelumnya.

Berdasarkan pantauan di Pos Pencatat Arus Mudik Dinas Perhubungan Kabupaten Cirebon di depan Pasar Gaya,Palimanan, dari pukul 06.00 hingga pukul 11.00 kendaraan yang melintas mencapai 29.428 atau rata-rata 98 kendaraan per menit. Jumlah tersebut naik dua kali lipat dibanding Senin—dari pukul 06.00 hingga 11.00 hanya rata-rata 47 kendaraan per menit. Kepadatan juga dilaporkan terjadi di Ketanggungan, Brebes, Jawa Tengah.Antrean kendaraan sepanjang 5 km,akibat penyempitan jalan (bottle neck),tepatnya di Jembatan Babakan Ketanggungan yang hanya berukuran 5,5 meter.

One Way Diberlakukan

Di Jalur Selatan Jawa Barat,jajaran Polres Bandung memberlakukan jalur satu arah (one way) untuk mengurai antrean kendaraan di jalur Nagreg, pada H-3 tadi malam. Jalan satu arah itu diberlakukan sejak pukul 20.30 hingga pukul 21.00 WIB, setelah terjadi antrean sekitar 5 km dari Kadungora, Garut hingga Citaman,Bandung. Setelah pemberlakuan jalan satu arah kendaraan dari arah barat, yang semula ditahan di kawasan Kadungora dan Cikeledong, bus, kendaraan kecil, dan sepeda motor yang kondisinya prima, dialirkan melalui jalan lingkar Nagreg.

Kendaraan berat sejenis truk serta kendaraan kecil yang kondisinya lemah dialirkan melalui jalur lama. Kendaraan dari arah timur tetap berjalan, meski kendaraan arah sebaliknya sudah dialirkan melalui dua jalur tersebut. Dalam pantauan SINDO di lapangan, setelah pemberlakuan jalan satu arah itu arus kendaraan terurai di kedua arah,walaupun di jalan lingkar Nagreg beberapa kendaraan harus berusaha sekuat tenaga untuk mencapai ujung tanjakan berat di Km 2,4 hingga 2,5.

Kepadatan arus kendaraan yang terjadi menjelang malam pada H-3 kemarin diperparah dengan turunnya hujan deras sejak pukul 16.00 hingga pukul 20.00. Bahkan, hujan deras itu sempat menimbulkan genangan air di ruas Jalan Bandung–Garut Km 24, Rancaekek. Akibatnya kendaraan kecil dan roda dua sempat kesulitan untuk menerobos genangan air.

Cuaca Buruk

Selain kemacetan,kendala lain bagi pemudik adalah jalanan licin akibat hujan yang turun sepanjang hari kemarin. Hujan angin disertai petir ini juga diprediksi akan kembali turun hari ini.“Saat hujan, waspadai jalanan yang licin. Jika di dataran rendah waspadai adanya genangan. Begitu pun saat berada di dataran tinggi,awas longsor!” ujar Kepala Subbidang Informasi Meteorologi BMKG Hary Tirto di Jakarta kemarin.

Menurut dia, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang diprediksi akan mewarnai arus mudik tiga hari ke depan, terutama di Indonesia bagian barat dan tengah. Curah hujan yang terkadang lebat disertai petir dan angin kencang juga berpotensi terjadi di beberapa tempat di Jawa. (asep supiandi/ibnu saechu/ akrom hazami/atep abdillah kurniawan/inda susanti/muh slamet/khusnul huda) sumber : seputar indonesia

Tidak ada komentar:

Posting Komentar